Saturday, 12 November 2016

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Secara harfiah evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.
            Adapun dari segi istilah sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown: evaluation refer to the act or process to determining the value of some thing. menurut definisi ini, maka evaluasi itu menunjukkan atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.
            Dari uraian pengertian diatas, pemakalah tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang evaluasi pembelajaran. Maka dari itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian evaluasi, tujuan dan fungsi evaluasi, serta ruang lingkup dari evaluasi pembelajaran. 

B.     RUMUSAN MASALAH
a.       Apa pengertian dari evaluasi pembelajaran?
b.      Bagaimana tujuan dari evaluasi pembelajaran?
c.       Apa fungsi dari evaluasi pembelajaran?
d.      Apa saja ruang lingkup dari evaluasi pembelajaran?
C.     TUJUAN RUMUSAN MASALAH
a.       Untuk mengetahui pengertian dari evaluasi pembelajaran.
b.      Untuk mengetahui tujuan dari evaluasi pembelajaran.
c.       Untuk mengetahui fungsi dari evaluasi pembelajaran.
d.      Untuk mengetahui ruang lingkup dari evaluasi pembelajaran.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN EVALUASI PEMBELAJARAN.
      Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation, dalam bahasa arab al-taqdir, dan dalam bahasa indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value, dalam bahasa arab al-qimah, dalam bahasa indonesia berarti nilai. Dengan demikian secara harfiah evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.[1]
      Adapun dari segi istilah sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown: evaluation refer to the act or process to determining the value of some thing. menurut definisi ini, maka evaluasi itu menunjukkan atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.[2]
      Berbicara tentang evaluasi pendidikan, ditanah air kita, lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut:
a.       Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan.
b.      Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurna pendidikan.[3]
      Menurut undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 57 ayat (1) evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, diantaranya terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan.[4]
      Dari beberapa uraian diatas pemakalah dapat menyimpulkan evaluasi pembelajaran adalah kegiatan penilaian yang dilakukan pada akhir suatu kegiatan yang sudah ditentukan tujuaannya. Evaluasi pembelajaran sangat penting untuk dilakukan guna untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan kita dalam melakukan peroses pembelajaran.

B.     TUJUAN EVALUASI PEMBELAJARAN.
            Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya.[5]
            Ada beberapa tujuan mengapa evaluasi dilakukan oleh setiap guru Selain untuk melengkapi penilaian, secara luas evaluasi dibatasi sebagai alat penilaian terhadap faktor-faktor penting suatu program termasuk situasi, kemampuan, pengetahuan, dan perkembangan tujuan.[6]
            Dalam buku karangan Prof. Drs. Anas Sudijono yang berjudul pengantar evaluasi pendidikan, tujuan evaluasi ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.
Secara umum, tujuan evaluasi dalam pendidikan ada dua, yaitu:
1.      Untuk memperoleh data pembuktian, yang akan menjadi petunjuk sampai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan
2.      Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.[7]
            Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:
1.      Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
2.      Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.[8]

C.     FUNGSI EVALUASI PEMBELAJARAN.
            Evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui tarap kesiapan dari pada anak-anak untuk menempuh suatu pendidikan tertentu. Artinya apakah seseorang anak sudah cukup siap untuk diberikan pendidikan tertentu apa belum. Kalau seseorang anak sudah siap untuk diberikan pendidikan tertentu, maka pendidikan segera kita lakukan. Kalau belum siap maka sebaiknya pemberian pendidikan kepada anak yang belum siap menerimanya tidak akan memberikan hasil seperti yag diharapkan.[9]
2.      Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan yang telah dilaksanakan. Apakah hasil yang dicapai sudah selesai dengan yang diharapkan atau belum. Kalu belum maka perlu dicari faktor apakah kiranya yang menghambat tercapainya tujuan tersebut. Dan selanjutnya dapat dicari jalan untuk mengatasinya.[10]
3.      Untuk mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat kita lanjutkan dengan bahan yang baru ataukah kita harus mengulangi kembali bahan-bahan pelajaran yang telah lampau.[11]
4.      Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan atau jenis jabatan yang cocok untuk anak tersebut. Dengan evaluasi yang kita laksanakan dapat kita ketahui segala potensi yang dimiliki oleh anak.[12]
5.      Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi untuk menentukan apakah seorang anak dapat dinaikkan ke dalam kelas yang lebih tinggi ataukah harus mengulang di kelas semula. Apakah berdasarkan evaluasi dari sejumlah bahan pelajaran yang kita berikan seorang anak telah memenuhi syarat-syarat minimal untuk dinaikkan ke dalam kelas yang lebih tinggi maka anak tersebut dapat kita naikkan. Tetapi apabila syarat minimal tersebut belum dipenuhi maka anak tersebut harus ditinggalkan pada kelas semula.[13]
6.      Untuk membandingkan apakah prestsi yang dicapai oleh anak-anak sudah sesuai dengan prestasinya atau belum. Kalau seorang anak dalam suatu kecakapan mencapai prestasi yang lebih rendah dari kapasitasnya, maka perlu dicari faktor-faktor penghambatnya, untuk selanjutnya dapat diadakan remedy terhadap anak tersebut, sehingga ia bisa mencapai prestasi sesuai dengan kapasitas yang ada padanya.
7.      Untuk menafsirkan apakah seseorang anak telah cukup matang untuk kita lepaskan ke dalam masyarakat atau untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Apabila berdasarkan hasil evaluasi yang kita lakukan selama periode pendidikan tertentu anak mencapai hasil yang baik maka dapat kitan anggap bahwa anak tersebut cukup matang dilepas ke dalam masyarakat atau untuk melanjutkan le lembaga pendidikan yang lebih tinggi.[14]
8.      Untuk mengadakan seleksi. Untuk mendapatkan calon-calon yang paling cocok untuk suatu jabatan atau sesuatu jenis pendidikan tertentu, maka perlulah diadakan seleksi terhadap para calon yang melamar.
9.      Untuk mengetahui taraf efisiensi methode yang dipergunakan dalam lapangan pendidikan. Dalam proses pendidikan kita selalu berusaha untuk mecapai hasil yang sebaik-baiknya. Untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya kita akan berusaha untuk mempergunakan methode sebaik-baiknya.[15]
            Dalam bukunya Prof. Drs. Anas Sudijono, fungsi evaluasi terdapat dua segi, yaitu segi umum dan segi khusus. Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu:
1.      Mengukur kemajuan.
2.      Menunjang penyusunan rencana.
3.      Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.[16]
Adapun secara khusus, funsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat ditilik dari tiga segi, yaitu segi psikologis, didaktik, dan segi administrqatif.[17]
            Secara psikologis, kegiatan evaluasi dalam pendidikan di sekolah dapat disorot dari dua sisi, yaitu dari sisi peserta didik dan dari sisi pendidik.[18]
            Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing di tengah-tengah kelompok atau kelasnya. Dengan dilakukannya evaluasi terhadap hasil belajar siswa misalnya, maka para siswa akan mengetahui apakah dirinya termasuk siswa yang berkemampuan tinggi, berkemampuan rata-rata, ataukah kemampuan rendah.[19]
            Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kepastian atau ketepatan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini telah membawa hasil, sehingga ia secara psikologis memiliki pedoman atau pegangan batin yang pasti guna menentukan langkah-langkah apa saja yang dipandang  perlu dilakukan selanjutnya. Misalnya, dengan menggunakan metode-metode mengajar tertentu, hasil-hasil belajar siswa telah menunjukkan adanya peningkatan daya serap terhadap materi yang telah diberikan kepada para siswa tersebut, karena itu (atas dasar hasil evaluasi tersebut) penggunaan metode-metode mengajar tadi akan terus dipertahankan.[20]
            Bagi para peserta didik, secra dedaktik evaluasi pendidikan (khususnya hasil evaluasi belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasinya. Evaluasi hasil belajar itu misalnya, akan menghasilkan nilai-nilai hasil belajar untuk masing-masing individu siswa. Ada siswa yang nilainya jelek (prestasinya rendah), karena itu siswa tersebut terdorong untuk memperbaikinya, agar untuk waktu-waktu yang akan datang nilai hasil belajarnya tidak sejelek sekarang.[21]
            Bagi pendidik, secara dedaktik evaluasi pendidikan itu setidak-tidaknya memiliki lima macam fungsi, yaitu:
1.      Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.
2.      Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.
3.      Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
4.      Memberikan pedoman untuk mencari dan menentukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
5.      Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai.[22]
            Adapun secara administratif, evaluasi pendidikan memiliki tiga macam fungsi, yaitu:
1.      Memberikan laporan
Dengan melakukan evaluasi, akan dapat disusun dan disajikan laporan mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
2.      Memberikan bahan-bahan keterangan (data)
Setiap keputusan pendidikan harus didasarkan kepada data yang lengkap dan akurat. Dalam hubungan ini, nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari hasil evaluasi, adalah merupakan data yang sangat penting untuk pengambilan keputusan pendidikan dan lembaga pendidikan. Apakah seseorang peserta didik dinyatakan tamat belajar, dapat dinyatakan naik kelas, tinggal kelas, lulus ataukah tidak lulus.
3.      Memberikan gambaran
Gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran tercermin antara lain dari hasil-hasil belajar para peserta didik setelah dilakukannya evaluasi hasil belajar.[23]

D.    RUANG LINGKUP EVALUASI PEMBELAJARAN.
     Evaluasi pendidikan yang akan di bahas disini, yaitu evaluasi yang dilakukan dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah. Secara umum, ruang lingkup dari evaluasi dalam bidang pendidikan di sekolah mencakup tiga komponen utama, yaitu:
1.      Evaluasi mengenai program pengajaran
Evaluasi atau penilaian terhadap program pengajaran akan mencakup tiga hal, yaitu evaluasi terhadap tujuan pengajaran, evaluasi terhadap isi program pengajaran, dan evaluasi terhadap strategi belajar mengajar.[24]
2.      Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran
Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran akan mencakup:
a.       Kesesuaian antara proses belajar-mengajar yang berlangsung, dengan garis-garis besar program pengajaran yang telah ditentukan.
b.      Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran.
c.       Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
d.      Minat atau perhatian siswa di dalam mengikuti pelajran.
e.       Keaktifan atau partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
f.       Peranan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang memerlukannya.
g.      Komunikasi dua aran antara guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung.
h.      Pemberian dorongan atau motivasi terhadap siswa.
i.        Pemberian tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas.
j.        Upaya menghilangkan dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah.[25]
3.      Evaluasi mengenai hasil belajar.
Evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik ini mencakup evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program pengajar yang bersifat terbatas dan evaluasi yang mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum pengajaran.[26]


BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation, dalam bahasa arab al-taqdir, dan dalam bahasa indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value, dalam bahasa arab al-qimah, dalam bahasa indonesia berarti nilai. Dengan demikian secara harfiah evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Ada beberapa tujuan mengapa evaluasi dilakukan oleh setiap guru Selain untuk melengkapi penilaian, secara luas evaluasi dibatasi sebagai alat penilaian terhadap faktor-faktor penting suatu program termasuk situasi, kemampuan, pengetahuan, dan perkembangan tujuan. Fungsi evaluasi diantaranya yaitu Untuk mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat kita lanjutkan dengan bahan yang baru ataukah kita harus mengulangi kembali bahan-bahan pelajaran yang telah lampau. Ruang lingkup evaluasi meliputi progam, proses, dan hasil dari pengajaran.
2.      KRITIK DAN SARAN
a.       Bagi penulis
Diharapkan hasil makalah ini dapat dijadikan sebagai acuan dikemudian hari untuk membuat makalah yang lebih baik lagi.
b.      Bagi pembaca
Diharapkan hasil makalah ini dapat bermanfaat dan berbunga untuk penunjang pembelajaran evaluasi pembelajaran.


DAFTAR RUJUKAN
      Kancana Wayan Nur, Sumartana,1986, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional).            
      Sudijono Anas, 2003, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada).
      Sukardi, 2009, Evaluasi Pendidikan Prinsip Dan Operasionalnya, Cet III, (Jakarta: Bumi Aksara).
      Silverius Suke, 1991, Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia).
     


                [1] Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 1
                [2] Ibid     
                [3] Ibid, Hal 2
                [4] Sukardi, Evaluasi Pendidikan Prinsip Dan Operasionalnya, Cet. III, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Hal 1
                [5] Suke Silverius, Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik, (Jakarta, PT Grasindo, 1991), Hal 9
                [6] Sukardi, OperasEvaluasi Pendidikan Prinsip Dan Operasionalnya, Cet. III, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Hal 8-9
                [7] Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 16
                [8] Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 17
                [9]Wayan Nur Kancana, Sumartana, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1986), Hal 3
                [10] Wayan Nur Kancana, Sumartana, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1986), hal 4
                [11] Ibid, wayan, hal 4
                [12] Ibid, Wayan, Hal 4
                [13] Ibid, Wayan, Hal 5
                [14] Wayan Nur Kancana, Sumartana, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1986), Hal 6
                [15] Ibid, Wayan, Hal 6
                [16]Sudijino Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Cet. III, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 8
                [17] Ibid, Sudijino, Hal 10
                [18] Ibid, Sudijino, Hal 10
                [19] Sudijono Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan,Cet III, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 10
                [20] Sudijino Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Cet. III, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 11
                [21]Ibid, Sudijino, Hal 11
                [22] Sudijino Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Cet. III, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 12-13
                [23] Ibid, Sudijino, Hal 13-14
                [24]Sudijino Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Cet. III, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 30
                [25]Ibid, Sudijino, Hal 30
                [26] Sudijino Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Cet. III, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), Hal 30

No comments:

Post a Comment